Tampilkan postingan dengan label profil ulama yaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil ulama yaman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2009

AL-HABIB MUHAMMAD BIN ALI

AL-HABIB MUHAMMAD BIN ALI
Maula Aidid (Pemimpin Kota Aidid) W : 862 H

Bergelar "Jamaluddin" dengan nama lengkap Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Abdullah bin Ahmad bin Abdurrahman bin Alwi (paman Al-Faqih Al-Muqaddam) bin Shohib Mirbath Muhammad bin Ali, dilahirkan di kota Tarim dan besar di sana, diasuh serta dididik oleh ayahnya Ali bin Muhammad dan Syeikh Abdurrahman As-Segaff, serta mempelajari ilmu syariah dengan Syeikh Muhammad bin Hakam Baqusyair dan Al-Faqih Abdullah bin Fadhl.

AL-HABIB ALI BIN ALWI

AL-HABIB ALI BIN ALWI
Khali' Qosam (Penderma kampung Qosam) W: 522/529 H


۞ Nama, Gelar Dan Kelahiran

Beliau adalah Al-Imam "Ali bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa", selanjutnya sebagaimana silsilah yang masyhur kepada Rasulullah Saw.

AL-FAQIH AL-MUQADDAM MUHAMMAD BIN ALI

AL-FAQIH AL-MUQADDAM MUHAMMAD BIN ALI
Seorang guru besar ( 574-653 H )

۞ Nasab dan kelahiran
Nama Beliau adalah Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohibul Mirbath bin Ali Khali-Qosam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al-Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah SAW. dilahirkan pada tahun 574 H di kota Tarim.

AL-HABIB UMAR AL-MIHDHAR

AL-HABIB UMAR AL-MIHDHAR
( W: 833 H )

۞ Nasab Dan Keturunan

Beliau adalah anak dari " Al-Imam Wadi Ahgaff Abdurrahman As-Segaff bin Muhammad Maula Dawilah bin Alwi Al-Gayur bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali Khali' Qosam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi bin Ja'far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Fatimah binti Nabi Muhammad Saw".

Beliau mempunyai empat anak perempuan, bernama Maryam, Alwiyah, Fatimah dan Aisyah.

AL-HABIB ALWI BIN AL-FAQIH

AL-HABIB ALWI BIN AL-FAQIH
Al-Goyur (Sang Pencemburu) W : 669 H

۞ Nama Dan Tempat Kelahiran

Beliau bernama "Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali", bergelar "Al-Goyyur" karena kecemburuan terhadap namanya sendiri "Alwi", pewaris kewalian turun-menurun ini dilahirkan di kota Tarim, tumbuh di dalam asuhan ayahnya dan mendapat bimbingan khusus darinya. Ayahnyapun bangga padanya dan berkata bahwa pangkat kewalian akan turun kepadanya.

AL-HABIB ABDULLAH BIN SYEIKH

AL-HABIB ABDULLAH BIN SYEIKH
Shafwatul Alawiyin ( 945 -1019 H )

۞ Nama, Karakter Dan Kelahiran

Sayyidina Abdullah Al-Aushath bin Syeikh bin Abdullah bin Syeikh bin Syeikh Abdullah Al-Aydrus, beliau lahir di Tarim pada tahun 945 H dan tumbuh di sana, berguru dalam ilmu tasawuf dengan ayahnya, Syeikh Abu Bakar bin Salim, Sayyid Muhammad bin Aqil Mudaihij dan Syeikh Umar bin Abdullah Al-Aydrus. Dan berguru dalam ilmu fiqih dengan Syeikh Hasan bin Al-Faqih Abdullah Bafadhal dan ulama yang lain di Makkah, Madinah dan India. Beliau mempunyai wibawa yang mulia di muka pejabat dan masyarakat, sangat dermawan dan mencintai fakir miskin.

AL-HABIB ABDULLAH AL-AYDRUS

AL-HABIB ABDULLAH AL-AYDRUS
Sulthonulmala’ (Pemimpin Ulama) 811-865 H


۞ Nama Dan Gelar

Al-Aydrus adalah merupakan As-Sayyid As-Syarif, Muhyiddin, Imamul auliya dan orang–orang shalih, Qutbul Aqtab, Al-Washilin, Syeikhul masyayeikh, Ghautsul akbar, Sayyidul jama'ah, dan Sultanul wujud Abdullah bin Abi Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Segaff.

AL-ALLAMAH AL-HABIB UMAR BIN ALAWI BIN ABI BAKAR AL-KAFF

AL-ALLAMAH AL-HABIB UMAR BIN ALAWI BIN ABI BAKAR AL-KAFF
(Sibawaihi Zamannya)

Nasab dan Kelahiran beliau
Nasab beliau as-Sayyid al-Imam al-Allamah al-Habib Umar bin Alwi bin Abi bakar bin Ahmad bin Abdurrahman bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad (al-Kaff) bin Muhammad bin Ahmad bin Abu bakar bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad (Shahib al-Mirbath) bin Ali (Khali' al-Qasam) bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa al-Muhajir bin Muhammad bin al-imam Ali al-'Uraidhi bin Ja'far Asshadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal 'Abidin bin Husain as-Sibth bin Ali bin Abi Thalib dan Sayyidatina Fatimah az-Zahra binti Rasulullah Muhammad SAW.

AL-HABIB ALWI BIN SYIHAB

AL-HABIB ALWI BIN SYIHAB
(1303-1386 H )

۞ Nasab Dan Kelahiran

Beliau adalah Alwi bin Abdullah bin Idrus bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Idrus bin Ali bin Muhammad bin Syeikh Syihabuddin Ahmad bin Abdurrahman bin Syeikh Syihabuddin Ahmad bin Abdurrahman bin Syeikh Ali bin Abu Bakar As-Sakran, ibunya bernama Fatimah binti Muhammad bin Umar bin Ahmad Bilfaqih keturunan dari Al-Faqih Al-Muqaddam, nasab ibu dan ayahnya terkumpul bersama di kakeknya Al-Faqih Al-Muqaddam, ia adalah keturunan Rasulullah SAW ke 37 dari sisi bapanya, dan 36 dari sisi ibunya, ia dilahirkan di kampung an-Nuwaidiroh di kota Tarim pada bulan Muharrom 1303 H dan besar di dalam rumah ilmu, diasuh oleh ibunya dan dididik oleh pamannya Muhammad bin Idrus, karena saat itu ayahnya sedang pergi merantau ketanah Jawa, dalam kehidupan sederhana di waktu kecilnya ia menderita sakit parah yang mengganggu pertumbuhannya, ketika Sayyid Al-Mursyid Idrus bin Umar Al-Habsyi berkunjung ke Hawi, Tarim, pamannya pun segera membawanya ke sana dan memintanya untuk mendo'akannya, sayyid Idrus kemudian meletakkan tangannya ke perutnya dan menyapu kepalanya sambil membaca do'a selama satu jam, kemudian ia menyuruh paman Alwi (Muhammad) untuk memberinya minum minyak (samin), beliau berkata : "Insya Allah ia akan sembuh, sesungguhnya aku tidak datang kesini kecuali untuk anak itu".

AL-HABIB ABDURRAHMAN AS-SEGAFF

AL-HABIB ABDURRAHMAN AS-SEGAFF
Imam Wadi Ahgaff ( 739-819 H )

۞ Nama, dan Kelahiran

Seorang figur yang terlahir di kota Tarim ini mempunyai nama lengkap : " Abdurrahman bin Muhammad Maula ad-Dawilah bin Ali bin Alwi bin Al-faqih Al-Muqaddam ", tumbuh dan besar sebagaimana pendahulu-pendahulunya dengan menghafal Al-Qur'an Al-Karim dan mempelajari kitab "at-Tanbih", "Al-Muhadzab" karya Abu Ishaq As-Syirazi, "Al-Basith", "Al-Wasith", "Al-Wajiz" dan "Al-Khulashah" karya Al-Ghazali, "Al-Aziz" dan "Al-Muharrar" karya Ar-Rafi'i, dll. dalam disiplin ilmu fiqih, beliau juga membaca dan mengamalkan "Ihya Ulumiddin" dll. dalam disipiln ilmu tasawuf, begitu pula disiplin ilmu nahwu shoraf dll, sehingga beliau melebihi para pelajar yang sebaya dengannya. Sebagian sahabat beliau mengatakan : "Bahwa Al-Imam Abdurrahman As-Segaff hampir-hampir hafal kitab :Al-Muhadzab dan Al-Wajiz". Bahkan Al-‘Arif Al-Faqih Ali bin Salim ( Seorang wali Abdal ) pada masa tuanya kembali belajar kepada Al-Imam.

AL-HABIB ABDULLAH AL-HADDAD

AL-HABIB ABDULLAH AL-HADDAD
Al-Qutbul Irsyad Walbilad (1044-1132 H )


۞ Nasab Dan Kelahiran

Sebuah cacat fisik memang tidak akan menghambat seseorang yang akan menghidupkan manhaj-manhaj dakwah islam dengan mencurahkan akal fikiran, mengarang buku-buku, atau berdakwah dengan lisan, sifat dan uswah yang baik dalam keseharian. Hal itulah yang nampak dan dibuktikan seorang ulama besar Al-Quthub yang memberikan pendidikan, pengarahan serta tuntunan bagi negerinya ialah Al-Imam Abdullah Al-Haddad yang memiliki nama lengkap : Abdullah bin Alwi bin Muhammad bin Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Al-Haddad bin Alwi bin Ahmad bin Abi Bakar bin Ahmad bin Muhammad bin Abdullah bin alFaqih Al-Allamah Ahmad bin Syeikh Al-Imam Abdurrahman bin As-Sayyid Al-Imam Alwi (paman Al-Faqih Al-Muqaddam) bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali Ba'alawi, terlahir di kampung Subair pinggiran kota Tarim pada hari Kamis 5 Shafar 1044 H, dan terdidik di kota tersebut. Ketika berusia empat tahun beliau tertimpa musibah hingga kedua mata beliau buta, tapi Allah SWT menggantinya dengan cahaya mata hati (bashirah), dengan kegigihan dan kesabarannya sebagaimana kokohnya gunung di Hadhramaut yang menjulang tinggi tergambar sebuah isyarat bahwa seorang yang terlahir dengan kecacatan buta mata ini, akan menyirami kota Tarim dengan semerbak bunga, pada masa kecilnya setiap kali pulang dari ma'lamah Al-Haddad kecil pergi ke Masjid Ba'alawi dan beberapa masjid lain di kota Tarim untuk shalat sunnah duaratus roka'at dan ketika baru menginjak usia 20 tahun, ia sudah mempunyai karangan-karangan yang berbobot.

۞ Dakwah Yang Ikhlas

Hati yang gundah dan penuh dengan perasaan yang tidak tenang dengan sebuah kepentingan dalam upaya men-dekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa serta menunjukkan jalan yang terang bagi umat Nabi Muhammad SAW, itulah karakter beliau dengan keikhlasannya berdakwah bilhikmah walmau'izhah hasanah, datanglah berduyun-duyun dari anak kecil, dewasa sampai jompo-jompo untuk menghadap kepadanya, mendengarkan nasihatnya, memetik bunga yang harum semerbak, mempraktekkan akhlak, sosok kepribadian-nya dari adab sekecil cara meminum air sampai bermu'amalah dan sopan santun dalam hidup sehari-hari bermasyarakat. Suara beliau pun direspon di seluruh pelosok kota Tarim pada khususnya dan Hadhramaut pada umumnya, sampai ke seluruh penjuru dan belahan dunia dari ketika hidupnya sampai wafatnya, lihatlah dzikir beliau yang terhimpun dalam "Wirdullatif" dan "Ratibul Haddad", buku-buku beliau seperti "Nasha'ih Ad-Diniyah", "Risalatul Mu'awanah" dan "Ad-Da'wah At-Tammah", begitu pula kasidah-kasidahnya yang sastrawi, yang tidak akan tersusun kecuali dari seorang sastrawan yang cendikia. Sayyid Ahmad bin Umar Al-Hinduan berkata :"Al-Imam Al-Haddad telah mencapai derajat mujtihad mutlak". Pada tahun 1079 H beliau pergi menunaikan ibadah haji dan menziarahi kakeknya Nabi Muhammad SAW disamping berdialog dengan ulama Makkah dan Madinah yang mengenal martabat beliau disisi Allah SWT, mereka pun memuji dan berharap dapat mencapai derajat mulia yang telah dicapai oleh Al-Imam Al-Haddad.

۞ Guru-Guru

Kesabarannya dalam melazimi guru-gurunya semenjak belajar, menuaikan berkah ilahi, angin segar pun ia capai dari kesungguhannya tersebut. Guru-guru beliau adalah ulama kharismatik dan populer yang sudah aktif sebagai Da'i ilallah, karakteristik dan kereativitas mereka pun tidak jauh beda dengan muridnya Al-Haddad dewasa, bahkan Al-Imam Al-Haddad mempunyai karangan melimpah, tersebar dan dibaca oleh banyak orang, itulah yang dinamakan "Ilmun Nafi'" ilmu yang bermanfaat sebagaimana do'a sayyidina Abu Hurairah yang diamini oleh Rasulullah SAW.

Diantara guru-guru beliau adalah : Al-Qutbul Anfas Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthas, Al-Allamah Al-Habib Aqil bin Abdurrahman As-Segaff, Al-Allamah Al-Habib Abdurrahman bin Syeikh Aidid, Al-Allamah Al-Habib Sahal bin Ahmad Bahasan Al-Hudaili Ba'alawi, Al-Allamah Al-Habib Muhammad bin Alwi As-Segaff (Makkah).

۞ Murid-Murid Yang Teladan

Seperti pepatah : "Buah duren tidak akan jatuh jauh dari pohonnya" murid-murid beliau pun bagaikan anak kandung sendiri di bawah asuhan beliau, terdidik suluk dan berakhlak mulia serta menjadi Da'i yang mukhlis, anak-anak beliau sendiri seperti Al-Habib Hasan adalah murid beliau yang meneruskan jejak langkahnya. Diantara murid yang lain adalah : Al-Allamah Al-Habib Ahmad bin Zein Al-Habsyi, Al-Allamah Al-Habib Abdurrahman bin Abdullah Bilfaqih, Al-Habibain Muhammad dan Umar bin Zein bin Smith, Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Bar, Al-Habib Ali bin Abdullah bin Abdurrahman As-Segaff, Al-Habib Muhammad bin Umar bin Thoha As-Sofhi As-Segaff, dll .

۞ Karya-Karya

Karya-karya yang mengandung nasihat dan hikmah dengan landasan hadits-hadits nabawi adalah ciri khas karangan beliau, "Jika Allah SWT sudah mencintai hambanya; maka Allah memanggil Jibril : "Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia", kemudian Jibril mengabarkan kepada penghuni langit : "Sesungguhnya Allah SWT mencintai si fulan, maka cintailah dia", sampai perkataannya didengarkan dan diterima oleh masyarakat", ini adalah kesimpulan dari hadits riwayat Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, seperti itulah umat Islam dari zaman beliau sampai sekarang mempelajari, meneliti, menghafal, atau hanya sekedar membaca, menelaah dan menterjemahkannya ke bahasa Inggris dan Perancis, bahkan ada yang menjadikannya seperti hidangan yang disajikan setiap waktu, mereka mengatakan : "Karya Al-Imam Al-Haddad mencakup kesimpulan dan pokok dari karya-karya Al-Imam Al-Ghazali yang selalu ada menjadi koleksi perpustakaan Islam", itulah karya-karya yang terangkum padat melengkapi bahtera kehidupan sehari-hari.

Berikut daftar sebagian kitab-kitab karya Imam Al-Haddad :

1. Ad-Da'wah At-Tammah
2. Risalah Mu'awanah…
3. Nasaih Ad-Diniyah
4. Kitabul hikam
5. Al-Fusul ilmiyah wal fusul hukmiyah
6. Sabilul Id-Dikar wal I'tibar…
7. Risalah Mudzakarah ma'al Ikhwan…
8. Risalah Suluk Adabil Murid
9. An-Nafa'isul Ulwiyah…
10. Ittihafus Sa'il dan lain lain.

۞ Keluarga Al-Imam Al-Haddad

Al-Imam Al-Haddad memiliki beberapa istri, dan dikarunia oleh Allah SWT beberapa anak laki-laki dan perempuan yang solih dan solihah, diantara mereka adalah : Alwi, Hasan, Husain, Salim, Muhammad dan Zainul Ibad.

۞ Berpulang Ke Rahmatullah

Siapa yang terang awal kehidupannya; maka terang pula akhirnya, senantiasa dalam khidmah untuk agama Allah SWT dengan berdakwah menggambarkan khusnul khatimah ketika berpulangnya Al-Imam Al-Haddad pada tahun 1132 H. di kota Tarim dan di makamkan di Zanbal sebelah selatan dekat dengan Al-Imam Abdullah Al-Aydrus bin Abi Bakar, mudah-mudahan Allah SWT memberikan rahmat yang luas dan keberkahan baginya di dunia dan akhirat kelak.

AL-HABIB HAMID BIN UMAR BIN HAMID

AL-HABIB HAMID BIN UMAR BIN HAMID
(1125-1029 H )



۞ Nama Dan Kelahiran

Al-Habib Hamid bin Umar bin Hamid bin Alwi bin Hamid bin Umar bin Ahmad bin Abibakar bin Abdurrahman bin Muhammad Al-Munaffir bin Abdullah bin Muhammad bin Abdullah Ba'alawi bin Al-Faqih, dilahirkan di kota Tarim pada tahun 1125 H dan besar di sana, semenjak kecil beliau telah memperdalam dan mempraktekkan akhlak ulama sufi sampai mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT ketika dewasa.

AL-HABIB ABU BAKAR BIN ABDURRAHMAN AS-SEGAFF

AL-HABIB ABU BAKAR BIN ABDURRAHMAN AS-SEGAFF
As-Sakran (Mabuk dalam Ibadah) W: 821 H


۞ Nama, Karakter Dan Kelahiran

Sayyidina Al-Imam Abu Bakar As-Sakran dilahirkan di kota Tarim dan besar di sana, beliau selalu melazimi ayahnya sejak kecil, di waktu ayahnya masih hidup ia sudah diizinkan untuk membai’at dan memakaikan pakaian sufisme kepada orang lain, di awal mula suluknya ia sering melakukan riadlah dan mujahadah batin secara rahasia dan menjaganya agar tidak diketahui orang lain, ia juga selalu mengosongkan hati dari kesibukan duniawi hanya untuk mengingat Allah SWT.

۞ Keistimewaan Dan Kemuliaan

Sebagaimana lazimnya sosok kepribadian para kaum sufi, beliau juga diberi anugerah oleh Allah SWT keistimewaan, diantaranya : pernah bertemu dengan para Nabi, melihat alam Malaikat, melihat 'Arsy, mengetahui alam-alam gaib, mengetahui martabat-martabat para wali, melihat alam barzakh, sorga, neraka, dan banyak lagi dari rahasia Allah SWT yang menunujukkan kekuasaan-Nya.

Ketika datang "hal'' (kondisi rohani), ia pun menjauhkan diri dari tempat tidur, karena gelisah ia pun tidak bisa tidur siang dan malam, kadang-kadang ia merasa kedinginan di musim panas, kepanasan di musim dingin, sehingga beliau tidur di teras untuk menghilangkan rasa panas tersebut.

Sering muncul karamah dari diri beliau dalam keadaan tidak sadarkan diri, sehingga apabila ia sadar, beliau mengingkarinya dan berkata : "Aku tidak mengatakannya, aku tidak memperbuatnya", pernah juga suatu ketika terjadi hujan lebat, masyarakat mengira akan terjadi banjir besar, namun beliau mengingkari kekhawatiran masyarakat dan berkata : "Tidak akan terjadi banjir besar kecuali di wadi Guraib (salah satu pemukiman di Hadhramaut)", benar apa yang beliau katakan banjir hanya terjadi di wadi Guraib.

Pernah dua orang laki-laki datang untuk menemuinya sesudah shalat Jum’at di masjid Jami’, beliau berbincang bersama keduanya sampai waktu adzan Ashar dikumandangkan, saat itu mereka merasa kelaparan, kemudian beliau berkata : "Ambillah makanan dalam bajuku ini", mereka turuti saja apa yang beliau perintahkan, seketika itu mereka kaget setelah temukan roti yang masih panas dalam baju beliau, lalu mereka makan sampai kenyang namun masih tersisa, dan akhirnya sisa roti itu dimakan oleh beliau.

Suatu hari beliau bertemu dengan orang yang membutuhkan pinjaman uang, beliau bertanya : ''Berapa keperluanmu?”, orang tersebut menjawab : ''Tiga dinar untuk memenuhi kebutuhan keluargaku". "Tenanglah kamu akan segera mendapatkannya", tak lama kemudian orang tersebut bertemu dengan temannya lalu memberinya tiga dinar, namun ia masih merasa kurang dan kemudian berusaha keras untuk mendapatkan tambahan, tetapi tidak menghasilkannya kecuali sebatas yang telah ia katakan pada Syeikh Abu Bakar As-Sakran.



۞ Hikmah-Hikmah

Beliau berkata : "Tak ada satu jalanpun yang telah dilalui kaum sufi kecuali telah kami tempuh". Syeikh Ali (anak beliau) berkata : "Jalan tersebut ialah jalan orang-orang yang benar-benar berpegang teguh dengan syariat, mengamalkan sunnah-sunnah Rasul SAW dan mengikuti jejak langkahnya”.

Berpulang Ke Rahmatullah

Beliau wafat pada tahun 821 H. dan di makamkan di Zanbal Tarim Al-Ghanna.

AL-HABIB ABDULLAH BIN ABDURRAHMAN AS-SEGAFF

AL-HABIB ABDULLAH BIN ABDURRAHMAN AS-SEGAFF
( W : 857 H )

۞ Kelahiran Dan Masa Pertumbuhan

Dilahirkan dan besar di kota Tarim di dalam asuhan orang tuanya sendiri dengan pengarahan dan bimbingan mereka sebagaimana mestinya seorang ayah. Ia menghafal Al-Qur'an dengan dua qiro'at, yaitu Nafi' dan Abi Amar dengan Ayahnya dan Syeikh Al-Faqih Muhammad bin Umar Al-Mu'allim, juga beberapa disiplin ilmu yang lain yang ia pelajari dari ayahnya.